
Kapan Program Makan Bergizi Gratis Diterapkan di Barito Utara? Ini Kata Kadisdik
Muara Teweh – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Barito Utara, Syahmiludin A. Surapati, mengungkapkan program makan bergizi gratis untuk siswa sedang dalam tahap persiapan. Berbagai regulasi dan perangkat yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program ini tengah dipersiapkan.
Sebagai informasi, program ini sudah diimplementasikan di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Kota Palangka Raya yang menjadi model percontohan untuk Kalimantan Tengah. Namun, di Barito Utara, masih ada tantangan dalam pelaksanaannya.
Syahmiludin menjelaskan program ini lebih idealnya diterapkan di sekolah-sekolah yang memiliki akses terbatas dan transportasi sulit. Di kota, akses lebih mudah, namun di daerah pelosok, cuaca buruk dan jarak yang jauh bisa menghambat distribusi makanan.
“Ketentuan pemberian makan bergizi gratis itu 30 menit makanan harus disajikan sejak diolah, dikemas dan disantap oleh siswa. Tetapi di tempat kita sulit ya, dari sekian kilo saja apalagi cuaca hujan seperti ini, maka dari itu kita sepakat ini dikaji betul-betul dengan baik,” kata Syahmiludin kepada awak media di Muara Teweh, Kamis (20/3/2025).
Syahmiludin memastikan pihaknya siap memberikan dukungan data terkait peserta didik. Berdasarkan data Dapodik, jumlah siswa di Barito Utara mencapai 31.200 orang, yang tersebar di tingkat TK, SD, dan SMP. Termasuk SMA dan SMK yang berada di bawah kewenangan Provinsi.
Ia menjelaskan setelah kunjungan ke berbagai sekolah di Barito Utara, banyak ditemukan siswa yang berangkat tanpa sarapan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan ekonomi, di mana orang tua tidak mampu menyediakan sarapan bagi anak-anak mereka.
“Di samping itu ada yang masih belum memahami anak ini adalah investasi masa depan. Nah kadang-kadang anak-anak ini mau sekolah apa tidak itu terserah, dan itu masih kita temukan di beberapa keluarga yang hidupnya tidak beruntung,” ujar dia.
Berdasarkan perhitungan, jika program ini dilaksanakan dengan anggaran Rp 10.000 per siswa per hari, maka total dana yang diperlukan untuk 31.200 siswa dalam 1 minggu sekitar Rp 1,8 miliar, dan sebulan Rp 7,2 miliar. Jika dihitung selama setahun, dana yang diperlukan bisa mencapai Rp 89 miliar.
“Terlepas dari semua itu dengan angka 10 ribu untuk seporsi makan gratis kita kalikan dengan jumlah siswa kita 31.200, mungkin penerima manfaat dari program makan gratis itu akan sampai juga distribusi dan merata ke semua wilayah kita,” ucapnya.
Syahmiludin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang sudah menyediakan anggaran untuk program ini. Ia optimistis dengan dukungan penuh, Kabupaten Barito Utara siap untuk melaksanakan program makan bergizi gratis ini demi kesejahteraan anak-anak.
“Tetapi alhamdulillah, pemerintah daerah kita sangat bijak sekali dan sudah menyediakan untuk pembiayaan program ini. Jadi insya Allah kabupaten kita siap. Itu yang selalu ditegaskan oleh bapak Pj bupati dan Pj Sekda kita jika nanti program itu digulirkan,” pungkasnya.(man)