DPRD Barito Utara

Tips Hindari Uang Palsu dan Uang Mutilasi ala H. Parmana Setiawan

SUDUT KALTENG, Muara Teweh – Jelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas ekonomi di pasar-pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan di Kabupaten Barito Utara meningkat tajam. Diperlukan kewaspadaan ekstra dari para pedagang dan pembeli agar tidak menjadi korban peredaran uang palsu.

Anggota DPRD Barito Utara, H. Parmana Setiawan, mengedukasi warga mengenai pentingnya mengenali ciri keaslian uang rupiah menggunakan metode sederhana namun efektif dengan 3D, yaitu Dilihat, Diraba, Diterawang.

“Menjelang hari besar keagamaan biasanya transaksi masyarakat meningkat. Karena itu kita mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat menerima uang tunai dengan metode 3D,” kata legislator PKB itu kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).

Karenanya, ia meminta masyarakat menguasai metode 3D tersebut sesuai standar Bank Indonesia. Pastikan warna uang jelas, tidak buram, dan memiliki benang pengaman serta gambar tersembunyi.

Uang asli, lanjut dia, memiliki tekstur kasar pada angka nominal, gambar utama, dan lambang Garuda Pancasila berkat teknik cetak intaglio. Saat diarahkan ke cahaya, harus muncul tanda air (watermark) gambar pahlawan serta gambar saling isi yang presisi.

H. Parmana Setiawan turut memperingatkan masyarakat mengenai modus Uang Mutilasi. Modus ini melibatkan penggabungan potongan uang asli dengan potongan uang palsu untuk mengecoh mata yang kurang teliti.

“Masyarakat harus jeli. Jika ada uang yang terlihat memiliki sambungan tidak wajar atau tekstur yang berbeda di satu sisinya, segera curigai dan periksa lebih lanjut,” jelasnya.

Sebab itu, ia menyarankan masyarakat mulai beralih ke transaksi digital. Penggunaan QRIS atau transfer bank dinilai jauh lebih aman dan praktis, terutama saat berbelanja kebutuhan pokok yang melibatkan nominal besar.

“Jangan biarkan kerja keras kita hilang begitu saja karena ulah oknum tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.(man)

Back to top button