Bau Ketek Bikin Pede Drop? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
SUDUT KALTENG – Pernahkah kamu merasa sudah tampil maksimal, tapi tiba-tiba tercium aroma tak sedap saat mengangkat tangan? Ya, bau badan atau yang akrab disapa bau ketek seringkali jadi musuh utama kepercayaan diri.​
Banyak yang mengira bau ketek muncul karena keringat semata. Padahal, keringat sendiri sebenarnya tidak berbau, lho!
Lalu, apa sebenarnya biang keroknya? Yuk, kupas tuntas penyebab dan cara mengatasinya agar kamu tetap segar seharian.
Kenapa Ketiak Bisa Bau? Ini Faktanya
Bau badan, dalam istilah medis disebut sebagai Bromhidrosis, terjadi ketika bakteri yang hidup di permukaan kulit memecah protein dalam keringat menjadi asam.​
Manusia memiliki kelenjar keringat bernama Apokrin yang banyak terdapat di area ketiak.
Keringat dari kelenjar ini mengandung lemak dan protein tinggi yang sangat disukai bakteri. Jadi, bau itu muncul dari “pesta” bakteri tersebut, bukan keringatnya sendiri.
Cara Menghilangkan Bau Ketek
​Jika deodoran biasa belum cukup mempan, kamu bisa mencoba langkah-langkah praktis berikut ini:
​1. Jaga Kebersihan Area Ketiak
​Mandi minimal dua kali sehari adalah kewajiban. Gunakan sabun antibakteri untuk mengurangi populasi bakteri di kulit. Pastikan juga area ketiak benar-benar kering sebelum memakai pakaian.
​2. Cukur Bulu Ketiak Secara Rutin
Bulu ketiak yang terlalu lebat bisa memerangkap keringat dan bakteri. Dengan mencukur atau merapikannya, penguapan keringat menjadi lebih cepat dan bakteri tidak punya tempat untuk “bersembunyi”.
​3. Perhatikan Asupan Makanan
Percaya atau tidak, apa yang kamu makan memengaruhi aroma tubuhmu. Hindari konsumsi berlebih pada makanan seperti bawang putih dan bawang merah, daging merah, makanan pedas, minuman berkafein dan alkohol.
​4. Gunakan Tawas atau Lemon
Tawas telah lama dikenal sebagai deodoran alami yang sangat efektif menyerap bau tanpa menyumbat pori-pori. Perasan lemon juga bisa membantu membunuh bakteri karena sifat asamnya, namun hati-hati bagi kulit sensitif!.
​5. Pilih Pakaian Bahan Katun
Gunakan pakaian dari serat alami seperti katun atau linen. Bahan ini memungkinkan kulit bernapas dan menyerap keringat lebih baik dibandingkan bahan sintetis seperti polyester yang justru memerangkap panas dan bau.
Apa Perlu ke Dokter?
Jika bau ketek tetap membandel meski sudah melakukan cara di atas, atau disertai dengan keringat berlebih (Hyperhidrosis), ada baiknya kamu berkonsultasi dengan dokter kulit. Bisa jadi ada kondisi medis tertentu atau perubahan hormon yang perlu penanganan khusus.
Bau ketek adalah hal yang manusiawi, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan kombinasi pola hidup bersih dan pemilihan produk yang tepat, kamu bisa kembali tampil percaya diri tanpa rasa takut bau menyengat.

