Karhutla Capai 124 Hektare, Wakil Ketua I DPRD Barito Utara Minta Tim Gabungan Tetap Waspada
SUDUT KALTENG, Muara Teweh – Luas lahan terbakar akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Barito Utara yang menembus 124,19 hektare dengan total 405 titik hotspot hingga akhir Agustus 2026 mendapat perhatian serius dari jajaran legislatif.​
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Beny Siswanto, meminta seluruh tim satgas gabungan penanganan Karhutla di lapangan untuk tidak mengendurkan kewaspadaan, meskipun periode puncak intensitas kebakaran pada bulan Agustus lalu telah terlewati.
​”Data menunjukkan ada 182 kejadian Karhutla dengan luasan terbakar mencapai 124,19 hektare. Angka ini cukup memprihatinkan. Oleh karena itu, walau puncak kebakaran di bulan Agustus mulai terlewati, kami meminta tim gabungan BPBD, TNI/Polri, MPA, hingga relawan di lapangan untuk tetap siaga penuh dan jangan lengah,” ujar H. Beny Siswanto.
Ia menekankan bahwa status Siaga Darurat Bencana Karhutla yang ditetapkan Pemkab Barito Utara hingga 29 September 2026 harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mengoptimalkan patroli pencegahan, khususnya di zona merah.​
Beny menilai pemfokusan operasi penanganan di Kecamatan Teweh Selatan, Teweh Baru, dan Teweh Tengah, serta penajaman deteksi dini di Kecamatan Montallat yang mencatatkan hotspot tertinggi merupakan langkah pemetaan yang presisi.
“Kami mengapresiasi kerja keras 150 personel BPBD, 45 regu Masyarakat Peduli Api, serta dukungan dunia usaha. DPRD Barito Utara akan terus mengawal ketercukupan sarana dan prasarana petugas. Kami juga mengingatkan warga agar mematuhi Surat Edaran Bupati tentang larangan membakar lahan demi mencegah bertambahnya angka kebakaran,” tegasnya. (man)
















































