Kronologi Anggota Polri dan ABK Tewas Tenggelam di Sungai Barito. Ini Penjelasan SAR Palangka Raya
SUDUT KALTENG, Muara Teweh – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palangka Raya merilis kronologi di balik tenggelamnya dua orang pria di Sungai Barito, tepatnya di area PT MPG, Kabupaten Barito Utara.
Kedua korban, Bripda Vikma Setiawan dan Aleksandro Brianonggasa ditemukan meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan setelah sempat dinyatakan hilang terseret derasnya arus sungai.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana, menjelaskan peristiwa ini bermula saat Kapal Mitra Jaya V tengah melakukan manuver untuk bersandar di pelabuhan PT MPG. Kapal rencananya akan mengisi muatan Crude Palm Oil (CPO) di kawasan Dermaga Ujung.
“Diduga akibat terjadi benturan keras saat proses sandar. Bripda Vikma Setiawan, anggota Polri yang bertugas mengawal kapal, terpental dan jatuh ke sungai,” ungkapnya di Muara Teweh, Senin (6/4/2026).
Melihat rekannya terjatuh, Aleksandro Brianonggasa (25), seorang ABK asal Desa Rokirole, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, langsung bereaksi. Tanpa ragu, ia melompat ke air untuk memberikan pertolongan.
Namun sayang, ganasnya arus Sungai Barito pada malam itu tak mampu dilawan. Bukannya berhasil menyelamatkan, Aleksandro justru ikut terseret arus bersama Bripda Vikma hingga keduanya menghilang dari permukaan air.
”ABK Aleksandro Brianonggasa tinggal di Desa Rokirole Rt 005 Rw 002 Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur berupaya menolong korban, namun keduanya tenggelam,” jelasnya.
Upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil pada Selasa pagi. Penemuan kedua korban terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan.
Pukul 08:31 WIB, jasad Bripda Vikma Setiawan ditemukan mengapung sekitar 2 km dari lokasi awal kejadian. Berselang satu jam kemudian, tepatnya Pukul 09:42 WIB, jasad Aleksandro Brianonggasa ditemukan sekitar 500 meter dari titik nol jatuhnya korban.
”Kedua korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia (MD). Satu korban diserahkan ke pihak keluarga, dan korban lainnya dibawa ke RSUD Muara Teweh,” kata Koordinator Lapangan Basarnas, Indra Saputra.
Sebelumnya diberitakan, Insiden nahas itu bermula pada Sabtu, 4 April 2026 sekitar pukul 21:15 WIB. Sebuah rakit yang terbuat dari drum dan membawa empat orang terbalik di area dermaga PT MPG.
Belum diketahui secara pasti penyebab terbaliknya rakit, mengingat fokus utama petugas selama dua hari terakhir adalah pada operasi penyelamatan dan pencarian.(man)
















































