Bandara & Pelabuhan Bali Tutup Total Saat Nyepi
SUDUT KALTENG – Peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 membawa suasana magis di seluruh penjuru Bali, di mana aktivitas publik dihentikan sepenuhnya demi menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian, Kamis (19/3/2026).
Sektor transportasi menjadi yang pertama melakukan penghentian operasional sebagai komitmen menjaga kesucian ritual.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup mulai Kamis, pukul 06.00 WITA hingga Jumat pukul 06.00 WITA. Tidak ada jadwal penerbangan komersial yang beroperasi.
Sementara itu, Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk jalur penyeberangan utama yang menghubungkan Jawa dan Bali telah disterilisasi sejak Rabu sore.
Untuk mendukung kekhusyukan umat Hindu dalam menjalankan Amati Geni hingga Amati Lelanguan, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital memutus sementara layanan data seluler dan internet (IPTV) di wilayah Bali.
Namun, masyarakat tidak perlu khawatir terkait situasi darurat. Layanan data tetap tersedia secara terbatas untuk objek vital seperti rumah sakit, kepolisian, dan instansi keamanan lainnya.
Selama 24 jam, umat Hindu di Bali melaksanakan empat pantangan utama yang dikenal sebagai Amati Geni, tdak menyalakan api atau lampu (termasuk api amarah).
Amati Karya, tidak bekerja atau melakukan aktivitas fisik. Amati Lelungan, tidak bepergian keluar rumah.dan Amati Lelanguan tidak mengadakan hiburan atau bersenang-senang.
Jalanan protokol di Bali nampak lengang tanpa kendaraan satu pun. Personel Pecalang (keamanan adat) bersama TNI/Polri berjaga ketat untuk memastikan ketertiban.
Wisatawan yang saat ini berada di Bali diwajibkan untuk tetap berada di lingkungan hotel atau penginapan dan tidak diperkenankan keluar ke jalan raya hingga Jumat pagi pukul 06.00 WITA.***
















































