Jual Motor Hingga Naik Travel Usai Bantai Satu Keluarga di Barito Utara
SUDUT KALTENG, Muara Teweh – Detail pelarian SPN alias Mano, salah satu eksekutor pembunuhan satu keluarga di Desa Benangin I, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, mulai terungkap. Untuk menghindari kepungan petugas, Mano melakukan berbagai cara untuk menghilangkan jejak selama melintasi wilayah Kalimantan Timur.
Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto, melalui Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan, mengatakan dalam pelariannya yang melintasi Samarinda hingga Kutai Timur, Mano awalnya menggunakan sepeda motor.
“Dia kabur ke Kutai Barat pakai Sepeda Motor. Disana motornya dijual lalu menggunakan travel ke Samarinda, Wahoi hingga Kutai Timur,” jelasnya, Jumat (1/5/2026).
AKP Ricky menuturkan, dari lima korban jiwa, dua tersangka telah mengakui perbuatannya sebagai eksekutor. Mano mengaku menghabisi nyawa tiga orang korban menggunakan senjata tajam. Tersangka VN menghabisi satu orang korban.
Hingga kini kepolisian masih mendalami siapa eksekutor yang tega menghabisi nyawa bocah berusia dua tahun. Polisi terus mencocokkan keterangan antar tersangka
Soal penggunaan senjata api (senpi) yang sempat menghebohkan warga, Mano memberikan keterangan senpi rakitan miliknya hanya digunakan untuk menakut-nakuti korban.
“​Senpi ditembakan ke arah atas dua kali. Hal ini sinkron dengan hasil otopsi yang menunjukan luka di tubuh salah satu korban adalah luka tusukan senjata tajam, bukan luka tembak,” terangnya.
Senjata api rakitan tersebut kini dalam pencarian karena menurut pengakuan tersangka, barang bukti itu telah dibuang ke sungai selama masa pelarian guna menghilangkan jejak.(man)
















































