
Aceh Tengah – Di balik gemerlap panorama alamnya, Kabupaten Aceh Tengah menyimpan kisah pilu tentang seorang pemuda yang tega menganiaya ibu kandungnya sendiri. Peristiwa ini bagaikan tamparan keras bagi masyarakat, mengusik ketenangan, dan meninggalkan luka mendalam bagi sang ibu.
Efransyah, pemuda berusia 25 tahun, tega menganiaya Suspaidani, sang ibu, hingga babak belur. Hanya karena permintaannya untuk membelikan sepeda motor jenis RX King tak dipenuhi, Efransyah gelap mata dan melampiaskan amarahnya pada sang ibu.
Akibatnya, Suspaidani mengalami luka-luka di wajah dan bagian tubuh lainnya. Ia harus dilarikan ke RSUD Datu Beru Takengon untuk mendapatkan perawatan medis. Tak hanya luka fisik, Suspaidani juga mengalami trauma emosional yang mendalam akibat perbuatan sang anak.
Peristiwa ini bukanlah kali pertama Efransyah menunjukkan perilaku kasar. Sebelumnya, dia juga pernah melakukan kekerasan terhadap adik kandungnya. Namun, saat itu masalah diselesaikan secara kekeluargaan tanpa melibatkan pihak berwajib.
Kini, anak durhaka tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Dia telah diamankan oleh pihak kepolisian dan terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun atas pasal penganiayaan.(*)