Nasional

Viral! Desa Wunut Klaten Beri THR Rp250 Ribu per Jiwa, Bayi Baru Lahir Pun Dapat

SUDUTKALTENG, Klaten – Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Seolah menyandang status Desa Sultan, Pemerintah Desa (Pemdes) Wunut membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) tunai kepada seluruh warganya tanpa terkecuali, mulai dari lansia hingga bayi yang baru lahir.​

Tahun ini, besaran THR yang diterima warga mengalami kenaikan. Jika pada tahun 2025 warga menerima Rp200.000, tahun ini nominalnya melonjak menjadi Rp250.000 per jiwa.

Dikutip dari berbagai sumber, Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistiya Setiawan, menjelaskan bahwa kebijakan ini menyasar seluruh warga yang terdaftar dalam Kartu Keluarga (KK) Desa Wunut.

“Penerima THR adalah seluruh warga, dihitung per jiwa. Mulai dari bayi hingga orang tua yang masuk dalam KK semua mendapat. Tidak ada perbedaan, warga mampu atau tidak, semuanya dapat,” kata Iwan.

Dengan total 2.341 jiwa penerima, Pemdes Wunut menggelontorkan anggaran sebesar Rp585.250.000. Beberapa keluarga bahkan membawa pulang lebih dari Rp1 juta karena memiliki lima anggota keluarga.

Banyak yang bertanya-tanya, dari mana asal dananya? Ternyata, sumber dana THR ini murni berasal dari keuntungan BUMDes Sumber Kamulyan yang mengelola objek wisata populer, Umbul Pelem Waterpark.

Performa bisnis tempat wisata ini memang luar biasa, dimana pemasukan tahun 2025 mencapai Rp5,1 Miliar. Angka ini naik dari tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp4,7 Miliar.

Keuntungan yang melimpah inilah yang dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk kesejahteraan nyata. Iwan berharap bantuan ini dapat membantu warga memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran dan meningkatkan kebahagiaan mereka.

Pembagian THR ini dilakukan secara serentak di desa setempat pada Kamis (5/3/2026). Hal ini menjadi bukti keberhasilan tata kelola dana desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Warga hanya perlu membawa Kartu Keluarga (KK) asli ke balai desa sebagai bukti verifikasi. Transparansi dan kemudahan ini membuat proses pembagian berjalan tertib dan penuh sukacita.

​Iwan juga mengajak warga untuk terus menjaga kelestarian Umbul Pelem. “Kita punya sumber daya alam ini, mari bersama-sama menjaga sehingga bisa terus bermanfaat dan menyejahterakan masyarakat desa,” ungkapnya.

Apa yang terjadi di Desa Wunut bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia. Dengan optimalisasi potensi wisata dan pengelolaan BUMDes yang profesional, desa tidak hanya bergantung pada dana pemerintah pusat, tetapi mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi warganya.***

Back to top button