Haji Barito Utara 2026: Jemaah Tertua 95 Tahun, Termuda Usia 21
SUDUTKALTENG, Muara Teweh – Pelaksanaan haji tahun 1447 Hijriah di Kabupaten Barito Utara menyimpan fakta menarik terkait komposisi usia jemaah. Dari total 113 jemaah calon haji yang terdaftar, terdapat kontras usia yang cukup mencolok, yakni antara jemaah tertua yang menginjak usia hampir satu abad dan jemaah termuda yang baru memasuki usia dewasa awal.
Berdasarkan data yang dirilis dalam pembukaan Manasik Haji Kabupaten Barito Utara 1447 H di Aula Bappedarida Muara Teweh, Senin (16/2/2026), tercatat jemaah tertua berusia 95 tahun, sementara jemaah termuda berusia 21 tahun.
Kehadiran jemaah berusia 21 tahun dalam daftar keberangkatan tahun ini menarik perhatian.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Barito Utara, Alpiansah, memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan keberangkatan jemaah usia muda tersebut bukan disebabkan oleh perlakuan khusus atau jalur lintas, melainkan murni sesuai regulasi yang berlaku.
“Keberangkatan jemaah usia muda tahun ini adalah hasil pelimpahan porsi dari anggota keluarga yang meninggal dunia atau mengalami sakit permanen,” jelas Alpiansah.
Di sisi lain, kehadiran jemaah berusia 95 tahun menjadi perhatian serius bagi panitia penyelenggara. Mengingat cuaca dan aktivitas fisik yang berat di Tanah Suci, kesehatan jemaah lansia menjadi prioritas utama.
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, melalui pesan yang disampaikan Kadiskominfosandi H. Moch. Ikhsan, mengingatkan seluruh jemaah terutama yang berusia lanjut untuk mempersiapkan fisik sejak dini.
”Kami berharap seluruh jemaah dapat menjaga kesehatan, mengatur pola makan, serta memanfaatkan waktu istirahat dengan baik selama masa manasik hingga keberangkatan nanti,” pesan Bupati mengutip laporan Diskominfosandi.
Tahun ini, Kabupaten Barito Utara memberangkatkan total 113 jemaah yang terdiri dari 57 Jemaah Laki-laki dan 56 Jemaah Perempuan.
Jumlah ini mengalami penyesuaian dari tahun sebelumnya karena kebijakan percepatan masa tunggu nasional.
Meski jumlahnya sedikit berkurang, semangat para jemaah, baik yang berusia muda maupun lansia, tetap tinggi dalam mengikuti rangkaian manasik haji sebagai bekal ibadah di Mekkah.(man)
















































