HukrimBarito Utara

Satu Eksekutor Pembantaian Satu Keluarga di Benangin Barito Utara Diringkus

SUDUT KALTENG, Muara Teweh – Teka-teki keberadaan salah satu pelaku pembantaian sadis di Desa Benangin, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, tepatnya di wilayah perbatasan Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya tertangkap. Polisi berhasil meringkus SPN alias Mano (45), salah satu eksekutor yang menewaskan lima orang, termasuk seorang balita.

Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto, melalui Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan, membenarkan penangkapan tersebut dan menyebut Mano sebagai salah satu pelaku paling sadis dalam aksi tersebut.

​”Intinya pelaku ini salah satunya, memang di TKP dia paling banyak 3 orang yang dibunuh. Dia habis eksekusi langsung cabut,” ungkap AKP Ricky Hermawan di Muara Teweh, Jumat (1/5/2026).

Kasat Reskrim menjelaskan, pihaknya berhasil melacak tempat persembunyiannya di wilayah Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.

Saat ditangkap, pelaku diketahui bersembunyi di sebuah pondok kosong di tengah lahan hutan belukar yang terbengkalai.

“Pelaku sembunyi di pondok kosong, tetapi bukan hutan tapi lahan hutan belukar Terbengkalai. Nama aslinya itu SPN alias Mano (45),” terangnya.

Tragedi memilukan ini terjadi pada Minggu (19/4/2026) sore di lokasi yang berjarak sekitar 300 meter dari perbatasan Kalteng-Kaltim.

Meski pelaku dan korban masih memiliki ikatan keluarga jauh, sengketa lahan memicu amarah yang berujung maut.​

AKP Ricky menjelaskan, motif pembantaian diduga kuat karena penutupan akses jalan. Pihak korban melakukan pemagaran jalan sehingga keluarga pelaku tidak bisa melintas menuju lahan mereka.

Sebelum aksi brutal terjadi, perselisihan ini sempat viral di media sosial namun tidak menemukan solusi.

​”Sebelum kejadian, akses keluar lahan milik pelaku itu harus melalui lahan korban sehingga dipagar lah bahasanya, sehingga keluarga pelaku tidak bisa masuk. Jadi mereka cekcok yang viral itu dan tidak menemui solusi. Akhirnya mereka menghubungi keluarga lainnya dan hari Minggu itu terjadilah kejadian itu,” jelasnya.

“Nanti kita beberkan semuanya di Pers Rilis,” imbuhnya. (man)

Back to top button