Nasional

Pelita Air Jatuh di Nunukan, Pesawat Sempat Oleng

SUDUTKALTENG, Nunukan – Kabar duka kembali menyelimuti dunia penerbangan Indonesia. Pesawat kargo milik Pelita Air Service dengan nomor penerbangan PAS 7101 dilaporkan jatuh di area perbukitan dekat Bandara Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026).

​Pilot pesawat, Kapten Hendrik, dinyatakan meninggal dunia. Pesawat jenis Air Tractor itu jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas menuju Tarakan.

Berdasarkan data yang dihimpun, pesawat lepas landas dari runway 22 Bandara Long Bawan pada pukul 12.10 WITA. Pesawat tersebut baru saja menyelesaikan misi mulia mengantar pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah Krayan dan hendak kembali ke home base di Tarakan.

​”Pesawat take off pukul 12.10 WITA. Beberapa menit kemudian, saksi melihat pesawat turun miring ke arah belakang bukit di ujung landasan,” kata Danlanud Anang Busra Tarakan, Marsma TNI Andreas A. Dhewo.

Hanya berselang 10 menit, tepatnya pukul 12.20 WITA, otoritas penerbangan melaporkan pesawat hilang kontak. Titik jatuh diperkirakan berada di radius 5 kilometer dari ujung landasan pacu.

Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan kurang bersahabat. Meski jarak pandang sekitar 6 kilometer, ketinggian awan (cloud base) tercatat sangat rendah, yakni berada di posisi 1.400 feet dan menurun hingga 1.000 feet pasca-kejadian.

​Kondisi ini diperkuat oleh laporan pilot Susi Air yang sempat melintas di wilayah Krayan namun memilih untuk putar balik (return to base) ke Malinau. Pilot Susi Air juga melaporkan menangkap sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari area jatuhnya pesawat.

Sejumlah warga lokal menjadi saksi mata detik-detik jatuhnya armada Pelita Air tersebut. Seorang warga menyebutkan pesawat tampak kehilangan kendali dan oleng di udara.

Pesawat sempat terlihat oleng. Ada salah satu bagian pesawat yang tampak terlepas sebelum akhirnya jatuh ke balik bukit.

Awalnya, tidak terlihat ledakan. Namun, beberapa menit setelah benturan, kepulan asap hitam pekat mulai membumbung tinggi dari balik perbukitan, menandakan titik lokasi jatuhnya pesawat.

Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat setempat menuju lokasi yang sulit dijangkau. Pada pukul 14.33 WITA, puing pesawat ditemukan dalam kondisi hancur.

Corporate Secretary Pelita Air, Patria Rhamadonna, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut merupakan layanan kargo pengangkut BBM yang hanya diawaki oleh satu orang pilot tanpa penumpang.

​”Saat ini proses investigasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk KNKT, sedang berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan,” jelasnya.(***)

Back to top button