Features

Menjemput ‘Amal Akhirat’ di Tengah Debu Jalanan Muara Teweh

SUDUT KALTENG – Matahari tepat berada di atas kepala, menyengat aspal di perempatan Anem, depan Langgar Darul Khair, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalteng.

Di tengah deru mesin dan kepulan asap kendaraan yang kian padat menjelang akhir Ramadhan, seorang pria paruh baya tampak sigap mengayunkan tangannya.

​Ia adalah Abdul Latief (52), sosok yang menjadi pemandangan akrab sekaligus pahlawan tak kentara bagi masyarakat.

Tanpa seragam dinas, hanya berbekal peluit dan ketulusan, pria asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur ini setia memastikan arus lalu lintas tetap mengalir lancar.

Dedikasi Tanpa Batas

​Menetap di Jalan Anggrek bersama istri dan keluarganya, ayah empat anak dan kakek empat cucu ini tidak pernah mengeluh.

Tak jarang, sejak pagi hingga sore, pria yang kerab disapa Kacong ini berdiri di titik-titik strategis kawasan pertokoan Barito Permai.

Ia tidak hanya mengatur kendaraan, tetapi juga menjadi “jembatan” bagi lansia dan anak-anak yang ragu menyeberang jalan.

​”Gasan amal yang nanti di akhirat menerimanya,” ucap Kacong singkat seperti yang dilaporkan jurnalis Baritonews, Anti, Jumat (20/3/2026).

Kalimat sederhana itu menjadi bahan bakar semangatnya, baik di bawah terik matahari maupun saat guyuran hujan membasahi Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.

Pekerja Keras dan Penjual Buah Musiman

​Di balik rompi relawannya, Kacong adalah potret pejuang keluarga.

Bersama sang istri, Dinar, ia menyambung hidup dengan berjualan buah musiman.

Jika musim tiba, lapaknya di sekitar pertokoan Barito Permai dipenuhi durian, cempedak, hingga papaken.

Mencari nafkah dan beramal sosial bagi Kacang adalah dua hal yang berjalan beriringan.

Kesederhanaan hidup tidak pernah menjadi penghalang untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Apresiasi Lewat Umrah Gratis

Ketulusan Kacong ternyata tidak luput dari pengamatan langit dan bumi. Empat bulan lalu, ia mendapatkan kejutan yang tak pernah dibayangkannya, berangkat ke Tanah Suci.

Kacong terpilih sebagai salah satu dari 34 penerima doorprize Program Huma Betang tahun 2024.

Progam ini digagas oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, dan ia diberangkatkan oleh Pemkab Barito Utara.

Perjalanan umrah seolah-olah menjadi jawaban atas doa-doa dan keikhlasannya selama bertahun-tahun di jalanan.

Mitra Setia Kepolisian

Kehadiran Kacong pun mendapat pengakuan resmi dari aparat penegak hukum.

Kasat Lantas Polres Barito Utara, AKP Dwi Susanto, menyebut Kacong sebagai mitra yang luar biasa.​

“Beliau memang sudah lama membantu pengaturan lalu lintas secara sukarela. Kehadirannya sangat membantu kami, terutama saat jam sibuk seperti sore hari menjelang berbuka puasa,” ungkapnya.

Kisah Kacong di penghujung bulan suci ini adalah kontribusi nyata bagi masyarakat tidak melulu soal jabatan tinggi.

Di tangan seorang Kacong, kepedulian sosial adalah tindakan nyata satu peluit dan satu langkah kaki untuk keselamatan sesama.(*/ant)

Back to top button