Pemkab Barito Utara

Intip Capaian Satu Tahun Pembangunan Barito Utara

SUDUT KALTENG, Muara Teweh – Mengusung semangat kerja cepat dan tepat, Pemerintah Kabupaten Barito Utara memaparkan capaian dari Program 11.22 Gaspoll dalam rangka refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati H. Shalahuddin, dan Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan.

Program terintegrasi yang mencakup 11 Program Unggulan dan 12 Kegiatan Prioritas ini terbukti menjadi akselerator utama transformasi daerah menuju masyarakat yang makin maju, sejahtera, dan berkeadilan.

Shalahuddin menyebut, selama satu tahun berjalan, sektor pendidikan dan SDM menjadi salah satu fokus utama lewat peluncuran Program SIPintar.

“Pada Fase 1, bantuan perlengkapan hingga beasiswa telah menyasar 28.067 siswa dari tingkat PAUD hingga SMA/Ponpes,” katanya saat paparan refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara di Muara Teweh, Selasa (6/10/2026).

Dijelaskan Shalahuddin, Pemkab Barito Utara juga menyiapkan calon penerima Fase 2 sebanyak 7.483 siswa, serta mengalokasikan anggaran beasiswa daerah untuk jenjang D-3, S-1, hingga Pascasarjana (S-2/S-3) dan profesi pada APBD Perubahan 2026.

Guna menunjang konektivitas wilayah, percepatan pembangunan infrastruktur fisik terus dipacu, diantaranya Jembatan Sikan – Tumpung Laung dimana progres fisik telah mencapai 58,02%.

“Jembatan Lemo pembangunan fisik menyentuh angka 42%, Jembatan Lahei mencatatkan progres 14%,” ungkapnya.

Sementara itu, pengadaan 3 paket alat berat terdiri dari excavator, vibra roller, grader, dan dozer untuk pemeliharaan jalan pedesaan serta pembukaan lahan di tiap 2 kecamatan.

“Untuk penataan kota dengan pelebaran jalan utama Kota Muara Teweh dari 10,5 meter menjadi 21 meter, pengerjaan Waterfront City kawasan Hasan Basri – Karang Jawa (40,5%), serta kelanjutan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Jalan Pararawen,” terangnya.

​Di bidang kesehatan, lanjut Shalahuddin, Pemkab Barito Utara menorehkan prestasi nasional dengan meraih Penghargaan UHC Award Kategori Madya 2026 di Jakarta.

Angka keaktifan peserta JKN mencapai 93,6%, dengan total 60.386 jiwa masyarakat penerima BPJS Gratis. Selain itu, renovasi RSUD Muara Teweh terus dimaksimalkan agar memenuhi standar Rumah Sakit Kelas B sebagai rujukan regional DAS Barito.

Rangkaian kerja keras ini dibuktikan dengan deretan prestasi daerah yang berhasil naik kelas dari WDP (TA 2024) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada LKPD TA 2025 dari BPK.

Insentif Fiskal Rp3 Miliar yang diberikan oleh Pemerintah Pusat atas keberhasilan meraih Peringkat I Regional Kalimantan dalam Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Pada sektor Budaya & Ekonomi, menjadi Juara Umum Festival Budaya Isen Mulang 2026, menggeliatkan ekonomi 206 UMKM lokal lewat Car Free Day, serta sukses menggelar Batara Expo 2026.

“Capaian ini menegaskan komitmen Pemkab Barito Utara untuk terus tancap gas merealisasikan seluruh target pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (man)

Back to top button