Pahit Jadi Manis! Ocha Dapat Beasiswa ke Tiongkok Usai Viral di Lomba Cerdas Cermat
SUDUT KALTENG, Pontianak – Pelaksanaan Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendadak jadi sorotan nasional. Bukan karena prestasinya saja, melainkan sebuah insiden kontroversial yang melibatkan penilaian dewan juri terhadap peserta dari SMAN 1 Pontianak yang viral di media sosial.
Saat sesi tanya jawab yang melibatkan Grup C (SMAN 1 Pontianak). Salah satu peserta bernama Ocha menjawab pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan dari Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” udapnya.
Jawabanya justru mendapatkan nilai minus lima (-5) dari dewan juri, Dyastasita Widya Budi (Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI).
Saat pertanyaan dilempar ke Grup B (SMAN 1 Sambas), mereka memberikan jawaban yang sama dan dinyatakan benar dengan nilai 10 oleh juri.
Ocha sempat melayangkan protes karena merasa jawabannya sudah lengkap, dewan juri bersikukuh bahwa Grup C tidak menyebutkan poin “pertimbangan dari DPD”.
Kekecewaan peserta semakin bertambah ketika juri lainnya, Indri Wahyuni, menyebutkan masalah utama terletak pada artikulasi.
​”Kalau menurut kalian sudah (menjawab), tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5,” tegas Indri dalam video yang beredar.
Menanggapi gelombang kritik dari netizen, Sekretariat Jenderal MPR RI akhirnya angkat bicara. Melalui keterangan resminya, MPR RI menyatakan tengah melakukan penelusuran internal dan evaluasi menyeluruh.
​”MPR RI akan melakukan evaluasi terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi, hingga tata kelola keberatan, agar ke depan semakin transparan dan akuntabel,” tulis pernyataan resmi Setjen MPR RI.
Keberanian Josepha Alexandra, yang akrab disapa Ocha dalam mempertahankan kebenaran dan sportivitas rupanya membuahkan hasil luar biasa.
Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, yang juga merupakan alumni SMAN 1 Pontianak, secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada Ocha melalui video call.
Sebagai bentuk apresiasi atas integritas dan keberaniannya, Ocha mendapatkan “hadiah” yang tak terduga, yakni mendapatkan beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan strata satu di Tiongkok, China.
“Josepha akan abang berikan beasiswa sekolah kuliah gratis di China dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung,” ungkapnya melalui video call. (***)















































