Pemkab Barito UtaraOtomotif

48 Mobil Off-Road dari 9 Negara Lintasi Muara Teweh

SUDUT KALTENG, Muara Teweh – Raungan mesin tangguh dan semangat pantang mundur memecah keheningan di Eks Bandara Muara Teweh, Senin (27/04/2026). Kota di pinggiran Sungai Barito ini menjadi saksi keberangkatan tim Kalimantan Tribute, ekspedisi off-road internasional yang melakukan retracking rute legendaris Camel Trophy 1996.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 48 mobil dengan spesifikasi rimba dari 9 negara termasuk Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Belanda, hingga Jepang siap membelah jalur ekstrem hutan Kalimantan.

Bukan hanya sekadar ajang adu tangkas di medan lumpur, Kalimantan Tribute 2026 membawa misi yang lebih dalam.

Pembina Kalimantan Tribute, Jenderal Pol. (Purn) Roesmanhadi, mengungkapkan perjalanan ini adalah bentuk latihan intensif bagi para relawan lintas negara.

“Ini juga sebagai persiapan tehnis bagi para relawan dalam menghadapi situasi darurat kebencanaan di masa depan,” ungkapnya.

Kehadiran para petualang berbagai daerah dan mancanegara ini disambut oleh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin. Saat melepas rombongan, ia merasa bangga karena Bumi Iya Mulik Bengkang Turan terpilih menjadi salah satu titik singgah dalam jalur lintas Kalimantan ini.

“Hal ini tentu menjadi kesempatan yang baik bagi kami untuk memperkenalkan potensi daerah, baik pariwisata, budaya maupun keramahtamahan masyarakat Barito Utara,” uujarnya.

Shalahuddin menitipkan pesan bagi para peserta yang akan segera memasuki jantung hutan untuk mengutamakan keselamatan dan adat-istiadat.

Dimulai dari Balikpapan (Kalimantan Timur), tim Kalimantan Tribute akan menempuh perjalanan ribuan kilometer melintasi hutan, sungai, dan perbukitan terjal hingga berakhir di Pontianak (Kalimantan Barat). (man)

Back to top button