Pemkab Barito Utara

Shalahuddin Instruksikan Camat Data Masalah Krusial Desa

SUDUT KALTENG, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, meminta seluruh camat untuk inventarisasi dan menyampaikan kendala krusial di wilayah masing-masing guna menyusun agenda pembangunan mendatang. Ini sebagai bentuk persiapan menghadapi pembahasan kegiatan pembangunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026 serta APBD Murni 2027.

Shalahuddin menyampaikan rapat koordinasi bersama para camat untuk mendeteksi masalah-masalah mendesak agar tidak ada kebutuhan dasar masyarakat yang terlewat dari program pembangunan.

​”Kemarin kami dengan beberapa camat saat rapat koordinasi, kami ingin seluruh camat menyampaikan apa-apa yang masih menjadi kendala, masalah kekurangan, dan kendala krusial yang ada di wilayahnya,” ungkapnya.

Shalahuddin menyoroti beberapa sektor vital yang menjadi perhatian utama, khususnya pelayanan kesehatan dan infrastruktur dasar di tingkat kecamatan dan desa.

“Kami harap jangan sampai ada kegiatan-kegiatan yang mencakup hajat hidup orang banyak itu tidak tertangani. Contoh misalnya ada puskesmas yang rusak berat, ada puskesmas yang air bersihnya sulit, begitu juga dengan tenaga kesehatannya,” lanjutnya.

Persoalan pemerataan energi dan komunikasi juga menjadi prioritas Pemkab Barito Utara. Bupati mengungkapkan masih ada belasan desa yang belum menikmati aliran listrik secara penuh maupun 24 jam.

Ia secara khusus menginstruksikan sinergi antara pihak kecamatan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara untuk membuka akses jalan menuju pemukiman warga.

​”Masih banyak yang lain, mulai dari listrik hingga sinyal HP. Listrik ini ada hubungannya dengan Dinas PUPR, kenapa? Karena tidak mungkin orang bisa memasang tiang listrik kalau jalannya tidak ada,” tuturnya.

Pemkab Barito Utara saat ini tengah melakukan pendataan rinci terkait kebutuhan tiang listrik dan pemetaan desa-desa terisolir.

​”Kemarin kami minta tolong didata berapa tiang listriknya yang belum ada, antara 11 sampai 17 desa lagi yang belum teraliri listrik. Termasuk yang sudah teraliri listrik tetapi belum 24 jam ada berapa lagi, ini yang kita harapkan nanti dapat kita selesaikan,” pungkasnya. (man)

Back to top button