Ketersediaan Obat Jadi Sorotan, Iceu Dorong Pengawasan Farmasi Diperkuat
KUALA KURUN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas, Iceu Purnamasari meminta Dinas Kesehatan setempat memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap instalasi farmasi di seluruh Puskesmas. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kekosongan obat yang dapat mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, ketersediaan obat merupakan bagian penting dalam menentukan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas. Karena itu, pengelolaan stok obat harus dilakukan secara tertib, mulai dari tahap perencanaan kebutuhan, pencatatan hingga pelaporan.
Ia menilai pengawasan secara rutin diperlukan agar potensi kekurangan obat dapat diketahui sejak dini. Dengan demikian, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas dapat segera mengambil langkah antisipasi sebelum stok obat benar-benar habis.
“Pembinaan dan pengawasan harus dilakukan secara berkala. Manajemen perencanaan serta pelaporan stok obat wajib berjalan tertib agar potensi kekosongan obat dapat dideteksi lebih awal,” ungkapnya, Rabu 22 Juli 2026.
Legislator dari Fraksi Golkar ini menegaskan bahwa, masyarakat yang datang berobat ke Puskesmas harus mendapatkan pelayanan secara lengkap, termasuk obat sesuai resep dan standar pelayanan yang berlaku.
Menurutnya, jangan sampai pasien yang telah mendapatkan pemeriksaan medis justru tidak memperoleh obat yang dibutuhkan akibat lemahnya perencanaan maupun pengawasan stok.
“Tujuan akhirnya adalah memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Jangan sampai pasien yang datang berobat justru tidak memperoleh obat karena lemahnya perencanaan maupun pengawasan,” tegasnya.
Ia berharap Dinas Kesehatan menjadikan persoalan ketersediaan obat sebagai perhatian serius. Pengawasan yang konsisten dinilai dapat membantu memastikan kebutuhan obat masyarakat tetap terpenuhi sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas.
“Dengan pengelolaan stok yang lebih baik, diharapkan pelayanan kesehatan primer di Kabupaten Gunung Mas dapat berjalan optimal dan masyarakat tidak perlu khawatir ketika membutuhkan obat saat mendapatkan pelayanan medis,”harap nya. (As)





































