Nomi Aprilia Soroti Anggaran Pendidikan, Kesejahteraan Tenaga Penunjang hingga Kabut Asap
KUALA KURUN – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Gunung Mas, Nomi Aprilia, meminta pemerintah daerah terus memperkuat komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan melalui kebijakan anggaran yang tepat sasaran.
Menurutnya, kebijakan belanja daerah di sektor pendidikan harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan satuan pendidikan, termasuk mendukung revitalisasi fasilitas dan sarana pendidikan.
“Dukungan anggaran sangat penting agar fasilitas dan sarana pendidikan dapat terus ditingkatkan, sehingga proses belajar mengajar berlangsung aman, nyaman, dan berkualitas,” ungkapnya, Rabu 23 September 2026.
Selain pendidikan, dia meminta pemerintah daerah memastikan dukungan pendanaan bagi pembinaan olahraga tetap berjalan. Menurutnya, pembinaan keolahragaan memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi generasi muda.
“Pembinaan olahraga merupakan bagian penting dalam pengembangan potensi generasi muda sekaligus mendukung pembentukan karakter, kedisiplinan, dan prestasi peserta didik,” ujarnya.
Pada kesempatan ini dia menyoroti kesejahteraan tenaga penunjang pendidikan. Ia meminta pemerintah daerah memperhatikan pemenuhan hak mereka, terutama terkait penyesuaian gaji sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
“Proses penyesuaian tersebut diharapkan dapat dilaksanakan sesuai aturan, sehingga kesejahteraan tenaga penunjang pendidikan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah,”bebernya.
Di sisi lain, dia menyoroti kondisi kabut asap yang terjadi akibat musim kemarau panjang. Menurutnya, buruknya kualitas udara berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang tetap harus beraktivitas di lingkungan sekolah.
Karena itu, ia meminta instansi terkait mengambil langkah adaptif apabila kondisi kabut asap semakin membahayakan. Penyesuaian jam masuk sekolah hingga penerapan pembelajaran jarak jauh (daring), menurutnya, dapat menjadi pilihan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta ketentuan yang berlaku.
“Keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas. Jika kondisi udara tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar tatap muka, maka perlu ada langkah adaptif agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan anak-anak,” tegasnya.
Nomi berharap pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi dalam menghadapi kondisi tersebut.
Menurutnya, kebijakan yang responsif dan terukur diperlukan agar peningkatan mutu pendidikan tetap berjalan sekaligus memberikan perlindungan maksimal kepada peserta didik di tengah kondisi kabut asap. (As)





































