Alasan Timnas Iran Mundur dari Piala Dunia 2026
SUDUT KALTENG – Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyatakan mundur dari partisipasi di ajang Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil di tengah memanasnya situasi geopolitik pasca-tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Pernyataan mengenai pengunduran diri itu disampaikan langsung oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, Rabu (11/3/2026).
Donyamali mengungkapkan situasi perang dan ancaman keamanan saat ini, mustahil bagi delegasi olahraga Iran untuk tampil di negara yang mereka anggap bertanggung jawab atas kematian pemimpin mereka.
”Rezim AS telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ungkapnya.
Kabar mundurnya Iran tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai siapa yang akan mengisi kekosongan slot di Grup Piala Dunia 2026. Hingga saat ini, FIFA belum memberikan pernyataan resmi mengenai pengganti Iran.
Berdasarkan regulasi konfederasi, pengganti Iran kemungkinan besar akan diambil dari zona Asia. Irak menjadi kandidat utama karena saat ini sedang berjuang di babak playoff antarkonfederasi.
Sedangkan Uni Emirat Arab (UEA) juga berpeluang besar dipilih jika Irak nantinya lolos melalui jalur playoff atau jika FIFA menunjuk tim yang melaju hingga babak kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Banyak pecinta sepak bola tanah air bertanya-tanya, apakah Timnas Indonesia memiliki peluang untuk menggantikan posisi tersebut?
Mengingat posisi Indonesia di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, peluang itu dinilai sangat tipis, bahkan hampir nol persen, karena FIFA cenderung memprioritaskan negara yang sedang menjalani playoff.
Dunia kini menanti keputusan resmi FIFA pada akhir April mendatang. Apakah turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini akan berjalan tanpa kehadiran salah satu kekuatan besar dari Asia? ***
















































