Barito Utara

PWI Barito Utara Bagi-Bagi Masker untuk Warga di Tengah Kabut Asap

SUDUT KALTENG, Muara Teweh – Kepulan kabut asap yang menyelimuti wilayah Muara Teweh dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir semakin mengganggu aktivitas masyarakat. Selain mengurangi jarak pandang di jalan raya, asap yang terhirup juga menimbulkan rasa sesak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak buruknya bagi kesehatan.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Barito Utara membagikan masker ke masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas, Sabtu (24/10/2026). Aksi ini dilaksanakan di depan Sekretariat PWI Barito Utara, Jalan Pramuka dan Bundaran Buah, Muara Teweh.

Ini bentuk kepedulian insan pers terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap. Meski ancaman asap yang belum sepenuhnya mereda, langkah sederhana ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi diri, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Ketua PWI Barito Utara, H. Deni Hariadi, mengatakan kepedulian terhadap dampak kabut asap tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau petugas di lapangan.

“Seluruh elemen masyarakat perlu mengambil peran, baik melalui tindakan nyata maupun kesadaran untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” katanya.

Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan kesadaran dan keterlibatan semua pihak. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat cuaca kering.

“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Kesadaran masyarakat sangat penting agar kebakaran tidak terus berulang dan warga tidak kembali menjadi korban dampak kabut asap,” demikian pesan yang ditekankan dalam upaya mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.

Karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga ancaman nyata bagi kehidupan masyarakat.

Dampaknya dapat meluas, mulai dari menurunnya kualitas udara, terganggunya jarak pandang dan aktivitas transportasi, hingga meningkatnya risiko gangguan kesehatan.

Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan rentan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membakar hutan maupun lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada aparat atau petugas terkait apabila menemukan titik api.

Selain langkah pencegahan, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, insan pers, dan seluruh warga juga diperlukan agar penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif.

“Cegah karhutla sekarang, lindungi lingkungan, dan selamatkan masa depan generasi mendatang,” tambah Agus Sidik sekretaris PWI.(man)

Back to top button