FeaturesOlahraga

Antara Seragam Cokelat dan Otot Kawat: Perjuangan Mandiri IPTU Esterlina Sabet Emas di Malaysia

SUDUT KALTENG, Ambon – Di bawah terik matahari Kota Ambon, IPTU Esterlina Titiheru menjalankan rutinitasnya sebagai Ps. Kapolsek Baguala. Mengenakan seragam cokelat kebanggaan Polri, ia adalah pemimpin yang tegas dalam menjaga kamtibmas.

Namun, di balik seragam yang rapi itu, tersimpan dedikasi luar biasa yang baru saja mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Minggu (10/5/2026), di panggung megah Hotel Holiday Villa, Johor Bahru, Malaysia, Esterlina berdiri tegak.

Bukan untuk memimpin apel, melainkan memamerkan estetika otot dan kebugaran fisik dalam ajang NPC Regional TNT Global Classic Malaysia 2026.

Hasilnya luar biasa, satu medali emas kategori Women’s Physique dan dua medali perak kategori Women’s Figure serta Women’s Wellness berhasil ia bawa pulang ke Bumi Maluku.

Berdinas di Pagi Hari, Berlatih di Sela Waktu

Menjadi seorang Kapolsek bukanlah tugas ringan. Tanggung jawab menjaga keamanan wilayah menuntut waktu dan pikiran yang penuh.

Namun, bagi Esterlina, keterbatasan waktu bukan alasan untuk berhenti berprestasi.​Selama empat bulan terakhir, ia menjalani gaya hidup yang super disiplin.

Pagi hingga sore ia habiskan untuk melayani masyarakat, sementara waktu istirahatnya dikonversi menjadi sesi latihan fisik yang menguras tenaga.

​”Persiapan yang saya lakukan cukup panjang dan tidak mudah karena harus membagi waktu antara tugas kedinasan dengan latihan,” ungkapnya dengan nada rendah hati.

Pola makan ketat dan latihan beban konsisten menjadi menu wajibnya setiap hari.

Bawa Nama Bangsa dengan Kocek Pribadi

Yang membuat kisah ini semakin menyentuh adalah aspek kemandiriannya. Demi mengibarkan Merah Putih di podium internasional, Esterlina rela merogoh kocek pribadi.

Seluruh biaya keberangkatan, akomodasi, hingga nutrisi selama persiapan ia tanggung secara mandiri.​

Ia ingin menunjukkan bahwa seorang Polisi Wanita (Polwan) memiliki mentalitas petarung yang tidak hanya profesional di lapangan, tapi juga mampu bersaing di panggung olahraga dunia.

​“Saya bersyukur bisa memberikan hasil terbaik. Ini menjadi motivasi untuk membuktikan bahwa Polwan juga mampu berbicara banyak di bidang olahraga internasional,” kata sang Kapolsek.

Apresiasi dari Korps Bhayangkara

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, menyebut Esterlina sebagai representasi semangat Polri yang modern dan berprestasi.​

“Ini membuktikan bahwa personel Polwan tidak hanya profesional dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga mampu menjaga kualitas diri dan kebugaran fisik di level tertinggi,” ujar Kombes Rositah.

Kini, IPTU Esterlina telah kembali ke rutinitasnya di Polsek Baguala.

Medali emasnya mungkin tersimpan di lemari, namun semangat Otot Kawat, Tulang Besi yang ia tunjukkan di Malaysia menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Dengan disiplin dan niat yang tulus, tidak ada tembok yang terlalu tinggi untuk dilompati, bahkan dengan usaha mandiri sekalipun.(***)

Back to top button