Barito Utara

PAMA BEKB Gelar Pelatihan Pengelasan untuk Siswa SMAN 1 Teweh Timur

SUDUT KALTENG, Muara Teweh – PT Pamapersada Nusantara Distrik BEKB (PAMA BEKB) terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sekitar area operasional perusahaan. Memasuki Agustus 2026, PAMA BEKB menggelar PelatihanPAMA BEKB Teknik Dasar Pengelasan bagi siswa SMAN 1 Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara.

Kegiatan pelatihan ini dirancang sebanyak delapan kali pertemuan dengan menghadirkan praktisi dan ahli pengelasan lokal dari Desa Benangin. Sebanyak 12 siswa SMAN 1 Teweh Timur terpilih menjadi peserta dalam program berbasis pengembangan keterampilan ini.

Program pelatihan teknik dasar pengelasan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan rencana Corporate Social Responsibility (CSR) PAMA BEKB tahun 2026.

Sebelumnya, perusahaan juga telah konsisten menjalankan berbagai program peningkatan keterampilan masyarakat dan pelajar di sekitar wilayah operasional, mulai dari Pelatihan Dasar Komputer, Pelatihan Teknisi Las, hingga Kursus Mengemudi Roda Empat (R4).

CSR Officer PAMA BEKB, Vico Randika Putra, menjelaskan bahwa penyusunan program pelatihan didasarkan pada hasil pemetaan kondisi sosial ekonomi, potensi wilayah, serta needs assessment masyarakat setempat.

​“Peluang pengembangan keterampilan las di wilayah ini masih cukup terbuka, dipadukan dengan minat siswa yang tergolong tinggi. Melalui kolaborasi bersama SMAN 1 Teweh Timur, program ini dapat terealisasi dengan baik,” ungkap dia, Rabu (19/7/2026).

Vico menambahkan, keterampilan yang diperoleh para peserta diharapkan tidak sekadar menjadi pengetahuan tambahan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi modal usaha mandiri maupun bekal saat memasuki dunia kerja.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Teweh Timur, Erpan Anggeriawan, S.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi PAMA BEKB dalam mendampingi sektor pendidikan dan keterampilan siswa.

Erpan mendorong para peserta untuk menyerap ilmu secara maksimal. Menurutnya, meski jenjang SMA fokus pada persiapan akademik, penguasaan keterampilan praktis seperti pengelasan menjadi nilai tambah yang sangat berharga.

​“Kita tidak pernah tahu tantangan di masa depan. Yang bisa kita lakukan adalah bersiap, menambah keterampilan, membangun relasi, dan terus adaptif terhadap perubahan,” katanya.

Manfaat pelatihan juga dirasakan langsung oleh Norel, salah satu siswa peserta. Ia mengaku mendapatkan wawasan baru terkait variasi teknik pengelasan, penggunaan peralatan keselamatan, hingga karakteristik bahan.

“Saya harap program pembinaan serupa dapat terus berlanjut guna membuka wawasan pemuda usia produktif,” ujarnya. (*)

Back to top button