Data Karhutla Kalteng: 7,6 Ribu Hektare Lahan Terbakar, 13 Daerah Siaga Darurat
SUDUT KALTENG, Palangka Raya – Luas area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalteng tercatat telah menembus 7.634,46 hektare. Catatan ini menempatkan Kalteng berada di urutan kesembilan nasional untuk area terdampak kebakaran terluas sepanjang tahun ini.
Data analisis satelit Kementerian Kehutanan tersebut sejalan dengan lonjakan kasus yang dihimpun harian oleh Pusdalops Satgas Karhutla Provinsi Kalteng dari 14 kabupaten/kota.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, merincikan sebaran indikator karhutla di wilayahnya sepanjang periode Januari hingga Agustus.
Titik Panas (Hotspot) 19.992 titik terdeteksi, Kejadian Karhutla 1.639 laporan kejadian pemadaman dan luas lahan ditangani 4.499,21 hektare telah berhasil dipadamkan.
Meningkatnya eskalasi ancaman karhutla, ujar Ahmad Toyib, membuat 13 kabupaten/kota di Kalteng resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla.
Satgas Karhutla Kalteng menggerakkan sedikitnya 10.700 personel untuk memperkuat pemadaman di lapangan.
Tim gabungan ini terdiri atas unsur BPBD, Dinas Kehutanan, tim pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
“Data ini berdasarkan laporan harian dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang setiap hari kami himpun di Pusdalops Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah,” kata Ahmad Toyib saat rakor bersama Presiden Prabowo Subianto di Palangka Raya, Sabtu (23/8/2026).
Menurutnya, efektivitas penanganan karhutla di areal yang sulit dijangkau darat masih membutuhkan tambahan armada udara dan peralatan pendukung.
Ia mengusulkan penambahan 2 hingga 3 unit helikopter water bombing untuk memperkuat 4 unit armada yang saat ini beroperasi.
“Mohon izin penambahan kalau bisa 2 sampai 3 unit lagi Bapak Presiden,” ujar Ahmad Toyib.
Kalteng juga mengajukan tambahan 100 hingga 200 unit pompa air guna mengoptimalkan operasi pemadaman darat.
Presiden Prabowo langsung menghubungi pihak terkait melalui sambungan telepon di tengah rapat guna memastikan alokasi peralatan dan personel penanganan karhutla Kalteng dapat segera dipenuhi.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengapresiasi perhatian dan dukungan Presiden Prabowo terhadap penanganan karhutla di Kalteng.
“Kalau kita lihat dari data yang ada, memang titik panas cukup tinggi, tetapi kejadian karhutla terus kita tekan. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk saat El Nino, kondisinya menunjukkan tren yang lebih baik,” jelasnya.
Dukungan pemerintah pusat terus diperkuat melalui penyediaan sarana dan prasarana, termasuk ekskavator dan pembangunan sekitar 1.000 sumur bor.
Sementara itu, Pemprov Kalteng juga memperkuat upaya pencegahan melalui rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), yang pelaksanaannya masih menyesuaikan kondisi atmosfer dan cuaca.
“Yang paling penting adalah ketersediaan air. Dukungan pembangunan sekitar 1.000 sumur bor sangat membantu mempercepat penanganan karhutla di lapangan,” katanya.(***)
















































