Peristiwa

Langit Muara Teweh Berubah Menguning Diselimuti Asap Pekat Karhutla, Ini Kata BPBD

SUDUT KALTENG, Muara Teweh – Fenomena langka dan mencekam melanda Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Jumat (23/10/2026). Sejak pagi hingga sore hari, warna langit mendadak berubah menjadi menguning akibat tertutup kabut asap pekat sisa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kondisi udara yang memburuk serta pemandangan langit kekuningan yang tak biasa ini memicu gelombang kekhawatiran warga hingga mendadak heboh di media sosial.

Visual dramatis yang memperlihatkan pekatnya kabut asap di Muara Teweh diunggah oleh akun Instagram @alexxventure berkolaborasi dengan @seputarmuarateweh.

Video tersebut memperlihatkan bagaimana sinar matahari tertahan sepenuhnya oleh gumpalan asap tebal.

​”Kapan bisa melihat matahari terbit,” tulis akun @alexxventure di kolom komentar, menggambarkan betapa gelap dan sesaknya kondisi udara saat itu.​

Kerinduan akan suasana cerah juga disuarakan oleh netizen lainnya. “Kangen cuaca cerah Muara Teweh,” ungkap akun @vinacake.

Sementara itu, warga setempat mengaku cemas melihat fenomena perubahan warna udara yang terjadi secara drastis.

“Kenapa Teweh bisa sekuning ini, tebal sekali asapnya,” ujar Uti, seorang warga Desa Lanjas, saat ditemui di lokasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara, Mochamad Ikhsan, buka suara. Ia mengonfirmasi bahwa fenomena langit menguning tersebut murni dipicu oleh tumpukan kabut asap Karhutla.

Namun, Ikhsan menegaskan bahwa kabut pekat yang mengepung Muara Teweh bukanlah berasal dari kebakaran di wilayahnya, melainkan asap kiriman dari daerah lain.

​“Berdasarkan pantauan citra satelit Zoom Earth, terdapat titik api (hotspot) aktif di beberapa wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Timur,” jelasnya.

Ikhsan menerangkan, pola pergerakan angin saat ini membawa dampak buruk bagi Barito Utara.​

“Arah tiupan angin cenderung bergerak ke utara dan barat. Pergerakan inilah yang membawa dan menumpuk persebaran asap lintas wilayah ke Muara Teweh,” terang dia.

Hingga saat ini, pihak BPBD Barito Utara memastikan belum menemukan adanya titik api baru di wilayah Kabupaten Barito Utara sendiri.

Menyikapi kualitas udara yang terus merosot dan mengancam kesehatan pernapasan, BPBD Barito Utara menerbitkan imbauan darurat bagi seluruh warga.

Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok yang paling rentan terpapar penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

​”Bagi warga yang terpaksa harus keluar rumah, kami imbau keras untuk selalu menggunakan masker medis atau respirator,” pintanya.

BPBD berharap pergerakan arah angin dapat segera berubah agar penumpukan asap di Muara Teweh dapat terurai, sekaligus mendoakan agar penanganan Karhutla dapat segera teratasi.(man)

Back to top button