
Tidak Shalat Tarawih, Apakah Puasa Ramadhan Tetap Sah dan Diterima? Ini Penjelasannya
SUDUTKALTENG – Memasuki bulan suci Ramadhan, antusiasme umat Muslim dalam beribadah biasanya meningkat pesat. Namun, muncul sebuah pertanyaan yang sering membayangi sebagian orang, “Jika saya tidak ikut shalat Tarawih, apakah puasa saya di siang hari tetap diterima oleh Allah SWT?”​
Fenomena kelelahan bekerja atau kondisi fisik yang kurang prima terkadang membuat seseorang absen dari jamaah Tarawih di Masjid.
Dikutip dari berbagai sumber, secara syariat, perlu dipahami bahwa Puasa Ramadhan dan Shalat Tarawih adalah dua ibadah yang berdiri sendiri (independen).
Puasa Ramadhan hukumnya wajib (Fardhu ‘Ain). Ini adalah salah satu rukun Islam yang tidak boleh ditinggalkan tanpa udzur syar’i.
Shalat Tarawih hukumnya sunnah muakkad (Sunnah yang sangat dianjurkan). Shalat ini merupakan penghidup malam Ramadhan (Qiyamu Ramadhan).
Apakah Puasa Tetap Sah?
​Secara hukum fiqih, puasa seseorang tetap sah meskipun ia tidak menjalankan shalat Tarawih. Syarat sah puasa berkaitan dengan niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
​Tidak ada kaitan langsung yang membatalkan pahala puasa hanya karena seseorang tidak Tarawih. Jadi, bagi Anda yang mungkin tertidur karena kelelahan atau sedang dalam perjalanan sehingga melewatkan Tarawih, puasa Anda di hari tersebut tidak hangus.
Meski puasa tetap sah, melewatkan Tarawih berarti kehilangan momentum emas. Ada beberapa kerugian besar secara spiritual, seperti kehilangan ampunan dosa.
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Kemudian pahala berlipat ganda, yang mana Ramadhan adalah bulan di mana amalan sunnah diberi pahala setara amalan wajib di bulan lain.
Bukan hanya itu, kualitas puasa serasa kurang sempurna dikarenakan tarawih berfungsi sebagai pelengkap dan penyempurna ibadah puasa kita agar “output” Ramadhan menjadi lebih maksimal.
Jika alasan Anda tidak Tarawih adalah karena tidak sempat ke Masjid, ingatlah bahwa Tarawih bisa dilakukan sendiri (munfarid) di rumah. Jumlah rakaatnya pun fleksibel, sehingga tidak ada alasan untuk benar-benar meninggalkannya jika Anda masih memiliki sedikit waktu sebelum beristirahat.
Puasa Anda tetap diterima dan sah di mata hukum Islam meski tidak melaksanakan Tarawih. Namun, usahakan tetap mengerjakannya walau hanya beberapa rakaat di rumah agar keberkahan Ramadhan Anda menjadi sempurna.











































