Diwarnai Aksi Kejar-kejaran, Satpol PP Ciduk Remaja yang Pesta Miras di Eks Bandara Beringin
SUDUT KALTENG, Muara Teweh – Aksi kejar-kejaran mewarnai patroli gabungan yang digelar oleh Satpol PP Kabupaten Barito Utara pada dini hari. Sejumlah remaja yang tengah pesta miras dan ngelem di kawasan Eks Bandara Beringin, kocar-kacir saat melihat kedatangan petugas, Minggu (24/05/2026).
Meski beberapa di antaranya sempat mencoba melarikan diri menggunakan sepeda motor, kesigapan petugas gabungan membuat para pelanggar yang mayoritas masih berstatus pelajar ini tak berkutik.
Kepala Satpol PP Kabupaten Barito Utara, Suparmi A. Aspian, menjelaskan razia digelar berdasarkan aduan masyarakat yang resah dengan aktivitas negatif di fasilitas umum.
“Operasi ini langkah dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat, serta Perlindungan Masyarakat,” jelasnya.
Patroli penegakan ketertiban umum yang dimulai sejak pukul 21.00 WIB ini awalnya menyisir beberapa titik fasilitas umum di wilayah Kecamatan Teweh Baru dan Teweh Tengah dengan kekuatan 29 personel, didukung oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Namun, ketegangan baru memuncak saat tim gabungan yang menggunakan 2 unit mobil roda empat dan 7 unit motor roda dua menyambangi lokasi keempat, yaitu Eks Bandara Beringin.
Melihat lampu sorot kendaraan petugas, sekelompok remaja yang sedang berkumpul di kegelapan langsung panik. Beberapa dari mereka nekat menyalakan motor dan tancap gas demi menghindari kejaran petugas.
Setelah sempat diwarnai aksi kejar-kejaran di sekitar area bandara, petugas akhirnya berhasil memblokade jalan dan mengamankan para pelanggar.
Alhasil, petugas mengamankan tiga remaja laki-laki yang sedang mengonsumsi miras, serta lima remaja lainnya yang kedapatan sedang ngelem.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD), Mujiburrahman, yang memimpin langsung jalannya patroli, membenarkan adanya insiden kejar-kejaran tersebut. Meski begitu, ia memastikan proses penertiban tetap dilakukan secara persuasif.
​”Kegiatan dilaksanakan dengan cara humanis dan persuasif. Walaupun dalam pelaksanaannya sempat terjadi kejar-kejaran karena ada beberapa terduga mencoba melarikan diri menggunakan sepeda motor, bersyukur semua berjalan lancar, aman, dan terkendali,” ungkapnya.
“Untuk di Terminal Wayang kita amankan dua orang pria dan wanita. Kemudian di Taman Islamic Center tiga remaja, mereka semua sedang menenggak miras,” imbuh dia.
Aktivitas malam para remaja ini memicu keprihatinan dari pihak Satpol PP. Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas), Imelda, menyayangkan para pelanggar yang terjaring didominasi oleh anak-anak di bawah umur.
​”Yang jadi perhatian kita adalah temuan pelanggar yang ternyata masih di bawah umur, yaitu pelajar SMU dan SMP,” kata Imelda dengan nada prihatin.
Guna memberikan pembinaan dan efek jera, seluruh remaja yang terjaring di Eks Bandara beserta lokasi lainnya langsung diangkut ke markas Satpol PP. Mereka didata dan diwajibkan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Petugas juga tidak mengizinkan para pelajar ini pulang sendiri. Mereka baru diperbolehkan meninggalkan kantor Satpol PP setelah dijemput langsung oleh orang tua atau keluarga masing-masing.(Jy/man)
















































