Nasional

Jarak Pandang 5-10 Meter, Begini Potret Banjarbaru Dilumpuhkan Asap Karhutla

SUDUT KALTENG, Banjarbaru – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) memicu kabut asap pekat yang melumpuhkan sebagian besar aktivitas warga di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (19/8/2026).

Selain memicu penurunan kualitas udara hingga level berbahaya, pekatnya asap juga berdampak serius pada jalur transportasi darat maupun udara.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kualitas udara di Kota Banjarbaru resmi masuk dalam kategori tidak sehat atau berbahaya.

Atas kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan wajib menggunakan masker medis berspesifikasi tinggi.

“Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa beraktivitas di luar, gunakan masker medis standar N95 atau KN95 untuk meminimalkan risiko paparan polusi,” tulis BMKG dalam imbauannya.

Dampak parah dari kabut asap ini langsung memicu gelombang keluhan warga di berbagai platform media sosial.

Sejumlah video dan foto yang diunggah memperlihatkan pekatnya asap yang memangkas jarak pandang secara drastis, sehingga memaksa para pengendara ekstra hati-hati di jalan raya.

Jarak pandang yang sangat terbatas tidak hanya mengganggu pengguna jalan darat, tetapi juga menjadi faktor utama pembatasan operasional penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Tercatat sebanyak 12 penerbangan terdampak pada hari yang sama.

Dari total penerbangan yang terganggu, empat di antaranya merupakan penerbangan kedatangan yang mengalami keterlambatan (delay) cukup lama.

Hingga saat ini, pihak otoritas terus memantau pergerakan titik panas (hotspot) dan berharap kondisi cuaca serta kepekatan asap segera membaik agar operasional penerbangan dan aktivitas warga dapat kembali normal. (man)

Back to top button