Barito Utara

Cegah Karhutla, Medco Energi Bangkanai dan PLN Latihan Bersama

SUDUT KALTENG, Muara Teweh – Medco Energi Bangkanai Limited bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bangkanai menggelar Latihan Gabungan (Joint Emergency Drill) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kedua perusahaan dalam memperkuat kesiapsiagaan keadaan darurat, menjaga keselamatan operasional, serta mendukung perlindungan lingkungan di area operasi. Latihan dilaksanakan di area perbatasan fasilitas operasional Medco Energi Bangkanai dan PLTMG Bangkanai.

Simulasi dirancang untuk menguji kesiapan sistem tanggap darurat terhadap skenario kebakaran lahan yang berpotensi berdampak pada aset perusahaan dan jaringan kelistrikan di sekitar area operasi.

Dalam skenario simulasi, api digambarkan muncul dari area semak belukar dengan kondisi vegetasi kering dan angin sedang. Tim gabungan kemudian melakukan respons terkoordinasi, mulai dari identifikasi awal, eskalasi penanganan, pengamanan area, hingga pemadaman menggunakan fire truck, water tank, dan alat pemadam api ringan (APAR).

Kegiatan ini melibatkan tim tanggap darurat dari kedua perusahaan, termasuk Emergency Response Team (ERT), HSE, Security, Firefighter, serta dukungan medis dan logistik. Melalui latihan ini, kedua perusahaan menguji koordinasi, komunikasi, kesiapan personel, keandalan peralatan, serta efektivitas prosedur tanggap darurat di lapangan.

Operation Manager Medco Energi Bangkanai, Rizki Munggaran Sastra Permana, menyampaikan bahwa latihan gabungan ini menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan dalam menjaga kesiapsiagaan operasional. Latihan ini merupakan langkah nyata untuk memastikan kesiapan seluruh tim dalam menghadapi potensi keadaan darurat, khususnya kebakaran hutan dan lahan.

“Melalui kegiatan bersama ini, kami memperkuat koordinasi, komunikasi, dan respons lapangan antara Medco Energi Bangkanai dan PLTMG Bangkanai agar dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi,” katanya dalam keterangan pers, Minggu (9/5/2026).

Ia menambahkan, latihan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek teknis pemadaman, tetapi juga pada keselamatan personel, perlindungan aset, serta pengelolaan risiko terhadap lingkungan sekitar area operasi. Keselamatan personel, perlindungan lingkungan, dan keberlangsungan operasi merupakan prioritas utama.

“Hasil evaluasi dari latihan ini akan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam sistem tanggap darurat serta penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” terangnya.

Medco Energi Bangkanai dan PLTMG Bangkanai menegaskan komitmen untuk terus menerapkan standar Health, Safety, and Environment (HSE) yang tinggi, sekaligus berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah operasional. (***)

Back to top button