Peristiwa

Pengendara Motor di Ketapang Meninggal Usai Terjebak Karhutla

SUDUT KALTENG, Ketapang – Insiden tragis merenggut nyawa Taufik Hidayat (26), warga Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalbar. Korban ditemukan meninggal dengan luka bakar di tengah kepungan karhutla di ruas Jalan Pelang–Kepuluk, Rabu (5/8/2026) dini hari.

Peristiwa bernasib naas itu bermula pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB, saat karhutla hebat menghanguskan sekitar 20 hektare lahan di sepanjang Kilometer 5 hingga Kilometer 10. Kobaran api yang membakar sisi kiri dan kanan jalan memicu kepulan asap sangat tebal yang mengisolasi jalur.

Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, mengungkapkan sebelum kejadian, petugas gabungan yang berjaga di lokasi sebenarnya telah melakukan penghadangan dan peringatan kepada para pengguna jalan.

​”Terdapat lima orang yang hendak melintas dari arah Sungai Melayu menuju Pelang. Petugas berhasil mencegah empat orang agar tidak melanjutkan perjalanan karena kondisi jalur sangat berbahaya,” ungkap Harris, Kamis (6/8/2026).

Namun, korban yang kala itu baru saja pulang bekerja diduga tetap menerobos jalur ekstrem tersebut. Setelah sempat dilaporkan hilang, tim gabungan langsung melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan jasad korban pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, menduga kuat korban tewas akibat lemas sebelum tersambar kobaran api.

​”Kemungkinan karena kekurangan oksigen korban pingsan, kemudian di sisi kanan dan kiri jalan terdapat api sehingga korban meninggal dalam keadaan terbakar,” katanya.

Dugaan itu diperkuat dengan temuan di lapangan, di mana sepeda motor korban ditemukan di sisi kanan jalan, sedangkan jasad korban berada di sisi kiri jalan. Petugas menduga korban sempat turun dari motor untuk mencari pertolongan atau sumber air sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Taufik Hidayat. Ia berharap tragedi fatal ini menjadi momentum evaluasi bersama agar seluruh pihak lebih serius dalam mencegah karhutla.​

“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, serta diterima seluruh amal ibadahnya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan,” tutur dia.

Atas kejadian ini, Polres Ketapang sedang mendalami penyebab utama kebakaran lahan tersebut. Petugas mulai mendata para pemilik lahan serta aktivitas masyarakat di sekitar lokasi, khususnya terkait kegiatan pembersihan lahan perkebunan kelapa sawit di sepanjang Km 5 hingga Km 10.(*)

Back to top button