Peristiwa

Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Sudutkalteng.com – Dunia dikejutkan dengan kabar duka dari Iran. Ebrahim Raisi, Presiden Iran, dan Hossein Amir-Abdollahian, Menteri Luar Negeri, beserta rombongan, dinyatakan meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter di Provinsi Azerbaijan Timur pada Minggu (19/5/2024).

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki. Namun, cuaca buruk di wilayah tersebut, dengan awan tebal, kabut, dan suhu rendah, diyakini menjadi faktor utama.

Upaya pencarian dan penyelamatan yang melibatkan tim SAR Iran, dibantu dengan drone dari Turki, menemui kendala akibat cuaca buruk.

Baru setelah 13 jam pencarian, puing-puing helikopter ditemukan di dekat desa Tavil, 100 kilometer dari kota Tabriz.

Meskipun tidak ada tanda-tanda kehidupan yang ditemukan di lokasi jatuhnya helikopter, kematian Raisi dan rombongan akhirnya dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran pada Senin (20/5/2024).

Kematian mereka memicu duka mendalam di Iran dan dari berbagai negara.

Kematian Raisi dan Amir-Abdollahian, dua figur penting dalam pemerintahan Iran, menimbulkan spekulasi tentang masa depan politik negara tersebut.

Menurut konstitusi Iran, Wakil Presiden Mohammad Mokhber akan mengambil alih kekuasaan sementara sebelum pemilihan presiden baru diadakan dalam waktu maksimal 50 hari.

Para ahli memprediksi bahwa meskipun pergantian kepemimpinan terjadi, kebijakan luar negeri Iran kemungkinan besar tidak akan mengalami perubahan signifikan, karena keputusan akhir berada di tangan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Kematian Raisi mendapat reaksi duka mendalam dari kelompok proksi dan sekutu Iran di Timur Tengah, seperti Hamas, Hizbullah, dan Houthi.

Mereka memuji Raisi atas dukungannya terhadap perjuangan Palestina dan perlawanan di kawasan.

Media Israel memberikan sorotan atas peristiwa ini, namun belum ada komentar resmi dari pemerintah Israel.

Beberapa analis memprediksi bahwa meskipun kematian Raisi merupakan perkembangan penting, hal ini tidak akan secara signifikan mempengaruhi konflik di kawasan, karena kebijakan luar negeri Iran ditentukan oleh Pemimpin Tertinggi.

Menurut CNBC yang mengutip Reuters, Raisi awalnya berkendara dengan helikopter ke perbatasan Azerbaijan untuk meresmikan sebuah proyek bendungan Qiz-Qalasi.

Bendungan ini merupakan proyek bersama dengan pemerintah Azerbaijan.

Mengutip Al-Jazeera sejumlah video dan foto memperlihatkan Raisi sebelum kejadian, bertanggal 19 Mei.

Ia juga sempat memberi pernyataan ke media soal bagaimana dirinya berharap bendungan yang dibuat kedua negara bisa bermanfaat bagi warga.

“Bendungan ini bisa menyediakan transit yang aman tak hanya bagi barang-barang, tapi juga penumpang dan juga turis,” katanya di kesempatan itu.

Terlihat pula momen lain di mana Raisi berada di dalam helikopter dan melihat ke arah luar helikopter, dimuat televisi lokal Iran. Ditunjukan pula bagaimana foto helikopter yang ia naiki.

Namun naas, helikopter yang ditumpangi Raisi tak memberi kabar seusai acara saat hendak kembali ke ibu kota.

Hingga sore hari, televisi pemerintah mengabarkan bahwa tak ada kontak dari helikopter sang presiden.

Alhasil Iran memerintahkan menurunkan tentara dam pasukan elit Garda Revolusi Iran (IRGC) untuk terjun ke operasi penyelamatan.

Sejumlah negara seperti Turki dan Rusia juga membantu pencarian.

Titik terang baru ditemukan Senin pagi, saat drone milik Turki dilaporkan menemukan sebuah “titik panas” saat melakukan pencarian.

Kantor berita Turki, Anadolu Agency, melaporkan bahwa drone UAV Akinci milik Ankara meyakini titik panas itu sebagai puing-puing helikopter.(*/red)

Back to top button